Harga Kios di Pasar Blok M Square Murah

Pembangunan Pasar Blok M Square yang dikelola PD Pasar Jaya sudah hampir rampung. 90 persen eks pedagang emas dan 76 persen pedagang pakaian Pasar Melawai sudah siap mengisi kios di Pasar Blok M Square. Tingginya minat para pedagang tersebut, karena harga kios yang ditawarkan jauh lebih murah.

Harga  kios di pasar tradisional, merupakan harga relatif yang ditetapkan PD Pasar Jaya berdasarkan hasil kesepakatan dengan para pedagang setempat. Bahkan sebelum ada penetapan harga, PD Pasar juga telah melakukan sosialisasi terhadap para pedagang. Sehingga para pedagang bisa mengetahui berapa harga yang harus dibayar sebelum menempati kios baru.

Sebelumnya, sempat merebak adanya protes pedagang yang keberatan dengan harga kios di Pasar Blok M Square Jakarta Selatan.

M Nur Havidz, Humas PD Pasar Jaya menampik, selama ini tidak ada keberatan atau protes dari para pedagang. “Penetapan harga tersebut, sudah disosialisasikan dan disepakati para pedagang. Tidak mungkin mereka komplain,” paparnya, Rabu (9/7).

Ia menepis anggapan, bahwa harga kios yang telah ditetapkan itu mahal. Justru harga jual hak pemakaian tempat usaha (kios) di pasar-pasar tradisional itu lebih murah jika dibanding dengan harga kios di pasar modern. Ia membandingkan antara harga kios di Blok M Square dengan harga kios di FOPPI Plaza. Di Blok M Square harga kios sekitar Rp 14 juta-Rp 42,5 juta per meter persegi untuk 20 tahun atau 240 bulan. Sedangkan di Plaza FOPPI yang harganya Rp 1,5 per bulan, jika diakumulasi jauh lebih mahal. Untuk ukuran kios empat meter persegi seharga Rp 1,5 juta per bulan, jika dikali 12 bulan dan dikalikan lagi 20 tahun maka total sewanya mencapai Rp 360 juta. Artinya jika rata-rata kios ukuran empat meter persegi maka harga kios per meter mencapai Rp 90 jutaan.

Perbedaan lainnya adalah, pembayaran kios di PD Pasar Jaya dapat diangsur melalui fasilitas kredit perbankan. Ditambah lagi adanya fasilitas parkir dan sarana serta prasarana yang lebih lengkap seperti lift, eskalator, AC, dan sebagainya.
Makanya tak heran jika para pedagang eksisting, khususnya  pedagang emas telah 96 persen siap mengisi kios di Blok M Square. Tak hanya itu, sekitar 76 persen pedagang pakaian di sana juga sudah siap untuk bergabung dengan Blok M Square. “Dari sini kita sudah dapat menilai bahwa harga-harga kios yang ditawarkan ke pedagang tidak ada masalah karena memang tempatnya sangat strategis, berada di tengah pusat perbisnisan di Selatan Kota Jakarta,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Havidz menjelaskan, bahwa harga kios di pasar tradisional tidak bisa diukur secara general. Pasalnya PD Pasar memiliki klasifikasi tertentu dalam menilai harga pasarnya. “Ada klasifikasi A, B, dan C. tentunya masing-masing klasifikasi itu memiliki harga yang berbeda-beda,” tegasnya.

Untuk klasifikasi A misalnya, bentuk bangunan dan desainnya setara dengan pasar modern. Lokasinya  pun berada di tempat yang sangat strategis yakni, di tengah pusat perbelanjaan Ibukota. Untuk pasar jenis ini misalnya terdapat di Pasar Blok M Square, Pasar Tanah Abang (Blok A), dan Pasar Mayestik.

Kemudian klasifikasi B, selain lokasinya sama-sama di tempat yang sangat strategis, pasar tersebut berskala menengah atau setingkat dengan wilayah (kotamadya). Misalnya di pasar Rawa Mangun, Pasar Klender, dan sebagainya.

Untuk pasar dengan klasisifikasi C biasanya ini terdapat di pasar-pasar eks inpres. Selain lokasinya di tengah pemukiman penduduk, lahannya sedikit. “Yang jelas, untuk pasar dengan klasifikasi A itu baik manajemen maupun sarana dan prasarananya tidak kalah dengan pasar modern. Tidak percaya, silakan cek ke pasar-pasar itu. Di sana juga ada eskalator, AC, lift, dan sebagainya,” pungkasnya.

Penulis: NURITO

Sumber: nurito

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Reply